Jumat, 08 Juli 2016

Cinta Orang Tua Tak akan Putus

Assalamu'alaikum...

Kali ini saya akan berbagi kepada teman-teman pembaca tentang suatu puisi yang saya dengar ketika berkumpul bersama keluarga. Puisi ini didapat oleh salah satu saudara dari Google image dengan tanpa nama pengarang, namun puisi ini sangat luar biasa dan sangat menyentuh hati.  Semoga penulis puisi ini memperoleh baroqah dalam hidupnya. Puisi yang bercerita tentang cinta dan pesan-pesan orang tua kita khususnya Ibu yang tak pernah ada habisnya walau pun telah berpulang ke rumah abadi, awalnya puisi ini ditulis dengan bahasa sunda, namun Pak De saya menerjemahkannya ke dalam Bahasa Indonesia.  Renungkan dan hayati ketika membacanya in shaa Allah akan membawa kebaikan untuk kita semua sebagai anak dan sebagai calon orang tua yang nantinya akan menghuni rumah abadi kita juga. Berikut puisinya:

PESAN DARI ALAM BARZAH 
(PENGGUGAH UNTUK HATI YANG TERTIDUR NYENYAK)

Wahai anak-anak ku, anak emak
Sekarang Emak sudah tiba ke kampung yang sebenarnya
kampung yang berbeda dengan kampung kita dulu

Wahai anak-anak dan cucu
Bilamana esok lusa kalian rindu ingin bertemu Emak
Lalu kalian mudik seperti dulu
Jangan repot-repot membawa cendera mata
Sebab Emak sudah bukan Emak yang dulu lagi

Wahai anak-anak ku yang selalu ku khawatirkan
Kalau kalian sayang kepada Emak
Tak perlu bingung untuk balas jasa
Tetapi cukup kabarkan pada Emak
Bahwa kalian telah menjadi anak sholeh
Sudah menjadi hamba Allah ahli ibadah
Seraya selamanya selalu berdo'a
Agar selalu berada dalam keridhoan -Nya

Anak-anak ku 
Bila kalian sayang pada Emak 
Rukun-rukunlah selalu dengan sesama saudara
Selalu hidup dengan tujuan yang sama
Saling menghargai, saling mengingatkan
Saling menolong, saling membantu
Bercanda, berkelakar seperti dulu

Anak-anak ku
Tolong sampaikan pada cucu kalian
Bahwa Emak sayang pada kalian
Sayang dan senang pada kelucuannya
Sayang dan senang pada rasa empatinya
Sayang dan terkesan dengan semangatnya
Beritahukan pada keluarga kalian 
Emak sudah berapa di tempat yang dituju
Emak akan setia menunggu  disini
Di depan pintu gerbang syurga

Wahai anak-anak dan cucu-cucu ku
Sabarlah, bacakan surat ini sedikit lagi
Emak ingin memberi kabar
Menyambung kabar yang dulu
Yang bermanfaat disini di alam barzah
Ternyata bukan harta, bukan tahta
Bukan pangkat, bukan jabatan
Tetapi hanyalah amal sholeh waktu di dunia
Yang dibungkus dengan iman dan ketakwaan

Sekarang oleh Emak sudah terasa betul, 
Terasa betul nikmatnya pahala sholat
Terasa betul nikmatnya pahala zakat dan puasa
Benar-benar terasa indahnya pahala menyayangi fakir miskin dan anak yatim
Terasa indahnya pahala hidup rukun dengan saudara dan rukun dengan tetangga

Wahai anak-anak ku
Andaikan hidup kalian tidak beraturan
Andaikan kalian lebih banyak maksiat daripada taubat
Lebih banyak takabur daripada tafakur
Lebih banyak nyasar daripada istigfar
Lebih banyak berbuat salah daripda ibadah
Emak harap, Emak jangan diberitahu
Sebab Emak tak akan sanggup mendengarnya

Wahai anak-cucu ku
Maafkanlah, maafkanlah Emak dan Abah
Do'akan Emak dan Abah kalian..(NN)

Sekian puisi Pesan Dari Alam Barzah, semoga kita sebagai anak, dapat mengambil hikmah dari puisi diatas dan menjadi manusia yang lebih baik lagi terhadap orang tua kita baik yang masih hidup maupun yang telah tiada dengan selalu menyanyagi dan mendo'akan mereka karena cinta orang tua tak akan pernah putus.

Wassalamu'alaikum...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar